Tips Memulai Bisnis Impor Tanpa Ribet

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, impor merupakan suatu aktivitas memasarkan produk barang dari Daerah Pabean atau membeli suatu produk barang atau jasa dari negara lain untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar dalam negeri. Peluang usaha dari bisnis impor ini juga sangat besar. Tetapi, banyak yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis impor ini. Di artikel kali ini, kita akan membahas tentang dampak bisnis impor dan bagaimana cara memulai bisnis impor, mulai dari perijinan hingga distribusinya.

Dampak Impor

Kegiatan dari impor memiliki dampak positif serta juga negatif terhadap perekonomian.  Untuk melindungi produsen di dalam negeri, biasanya negara tersebut membatasi jumlah (kuota) impor. Selain dari untuk melindungi produsen yang didalam negeri, pembatasan impor tersebut juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian suatu negara. Dampak positif pembatasan impor itu secara umum antara lain sebagai berikut:

  • Untuk menumbuhkan rasa cinta produksi didalam negeri.
  • Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri.
  • Mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang produksi impor.
  • Memperkuat posisi neraca pembayaran.

Namun, ada juga dampak negatif dari impor seperti:

  • Jika terjadi aksi balas-membalas pembatasan kuota impor, maka perdagangan internasional akan menjadi lesu. Pertumbuhan ekonomi di negara bersangkutan juga akan terganggu.
  • Produsen dalam negeri akan kurang efisien dalam proses produksi karena merasa tidak memiliki pesaing. Tidak hanya hal itu, produsen juga kurang tertantang untuk meningkatkan mutu produksinya.

Memulai Bisnis Impor

Berikut tips untuk memulai bisnis impor di Indonesia

Membuat Tanda Pengenal Importir

Seperti yang dibahas di artikel sebelumnya, seorang importir harus memiliki API (Angka Pengenal Impor). Angka Pengenal Impor (API) merupakan tanda pengenal sebagai importir. Jadi, hanya orang perorangan atau badan usaha yang memiliki API boleh menjalankan kegiatan impor.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/9/2015 Tahun 2015 tentang Angka Pengenal Importir (Permendag 70/2015), API terdiri dari 2 yaitu:

  • API-Umum (API-U)

API-U hanya diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang tertentu untuk tujuan diperdagangkan. API-U merupakan angka pengenal impor untuk perusahaan importir yang materi impornya termasuk kategori umum.

  • API-Produsen (API-P)

API-P adalah angka pengenal impor untuk perusahaan pabrik/produsen yang mengimpor mesin-mesin produksi perusahaan. API-P hanya diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, bahan penolong, dan/atau bahan untuk mendukung proses produksi. Barang yang diimpor tersebut dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.

Jika barang impor itu merupakan barang yang diberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan telah dipergunakan sendiri dalam jangka waktu paling singkat 2 (dua) tahun sejak tanggal pemberitahuan pabean impor, maka barang impor tersebut dapat dipindahtangankan kepada pihak lain.

Melakukan Riset Pasar

Sebelum memulai bisnis impor, Anda tentu harus mengetahui apa yang ingin dijual dan siapa target yang akan membeli produk. Panduan untuk riset pasar dapat ditemukan di artikel ini. Dengan mengetahui target pasar Anda, Anda dapat menentukan produk apa yang target pasar Anda cari dan butuhkan. Riset pasar ini sangat penting dilakukan untuk memastikan apa yang diharapkan konsumen dari bisnis Anda, melanjutkan apa yang sudah berhasil dan meningkatkan apa yang belum. Jika telah menentukan produk yang ingin dijual, Anda bisa menanyakan mengapa mereka membutuhkan produk tersebut.

Mencari supplier yang kredibel

Salah satu cara untuk mencari supplier khususnya dari China, yaitu dengan mengunjungi situs Alibaba. Tentu kita tahu bahwa Alibaba adalah platform marketplace asal China yang berfokus kepada Business to Business (B2B), dimana tempat berkumpulnya manufaktur / supplier China dengan pembeli internasionalnya. Ternyata, kita bisa juga dengan melihat profil supplier di Alibaba dan menjadikannya opsi pilihan kita. Alibaba sendiri memiliki sistem yang cukup ketat untuk mensortir supplier di marketplace nya. Namun, memang tidak seluruh supplier di Alibaba memiliki reputasi yang bagus. Maka dari itu, ada beberapa tips untuk dapat memilih supplier yang baik di Alibaba, yaitu:

  • Carilah supplier yang terverifikasi dengan baik

Karena banyaknya supplier yang terdaftar, Alibaba pun mengkategorikan menjadi beberapa macam supplier yaitu:

  1. A&V mengindikasi bahwa supplier tersebut telah lulus pemeriksaan keorisinalan
  2. Onsite Check memverifikasi tempat supplier yang berbasis di China telah diperiksa oleh staff Alibaba guna memastikan tempatnya benar-benar ada.
  3. The Assessed Supplier Check mencatat bahwa supplier telah diverifikasi oleh pihak ketiga.
  • Carilah history pembelian & review yang baik

Untuk mencari supplier China yang benar-benar profesional, kita harus melihat riwayat dari perusahaan mereka. Melalui riwayat pembelian maupun review dari konsumen. Sebisa mungkin untuk menghindari penjualan yang masih 1000 produk kebawah, dengan anggapan semakin banyak transaksi berhasil akan semakin bagus. Lalu, kita juga harus dapat menganalisa review dari konsumen lainnya. Bisa dengan melihat gambar produk setelah sampai, hingga komen terburuknya sekalipun.

  • Mintalah sampel saat beli dalam jumlah banyak

Jika kalian membeli dengan kuantitas cukup banyak, sangat direkomendasikan untuk meminta sampel produk dari supplier tersebut. Terkadang ada beberapa supplier yang kurang mementingkan kualitas.

Memberikan garansi untuk pelanggan Anda

Kepercayaan konsumen merupakan salah satu hal penting bagi bisnis Anda. Konsumen akan mempercayai Anda dan akan repeat order apabila barang yang Anda jual berkualitas bagus. Namun, di masa sekarang sudah banyak barang KW yang tersebar di Indonesia dan membuat konsumen kurang puas dan merasa dirugikan. Oleh karena itu, Anda dapat memberikan layanan garansi sehingga konsumen lebih percaya dan yakin untuk membeli barang melalui perusahaan Anda.

Memasarkan Produk Secara Online

Online marketplace sekarang semakin tren di Indonesia. Apalagi sejak pandemi melanda, banyak konsumen yang lebih memilih untuk membeli produk melalui online marketplace. Hal ini dapat Anda gunakan untuk memasarkan produk impor Anda. Dengan memasarkan melalui online, Anda juga dapat menghemat biaya operasional seperti sewa toko, listrik, dan lain sebagainya. Selain itu, memasarkan produk melalui online juga dapat memudahan Anda dalam memperkenalkan produk impor Anda ke pasar yang lebih luas. Jadi, cobalah manfaatkan market place yang ada di Indonesia dan buatlah akun social media untuk media promosi produk Anda.

Semoga edukasi di atas dapat bermanfaat untuk bisnis Sobat ACE ya! Jika Sobat ACE ada pertanyaan mengenai bisnis, Sobat ACE dapat meninggalkan komentar di bawah ini. Untuk belajar lebih lanjut, Sobat ACE bisa mendaftarkan diri di website ACE Commerce dan follow Instagram ACE Commerce Community dimana Sobat ACE bisa mendapatkan berbagai pengetahuan baru mengenai bisnis.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *