Teknik E-commerce agar Terhubung dengan Konsumen Milenial

Teknik e-commerce agar terhubung dengan konsumen milenial. Generasi milenial, yakni individu yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000 kini berada dalam usia di mana kebiasaan belanja mereka dalam sekitar $ 600 miliar setahun dapat berkontribusi secara signifikan pada laba perusahaan. Generasi ini memimpin muatan di dunia kita yang semakin terhubung.

Milenial cepat berbondong-bondong ke perangkat terbaru lalu menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial.
Sobat ACE, tidak ada peluru ajaib yang bisa kita digunakan sebagai pebisnis di e-commerce untuk memasarkan produk ke konsumen milenial. Namun, memahami tren menyeluruh dapat membantu kita dalam membangun strategi yang sesuai.
Saat ini, konsumen memiliki jalur pembelian yang semakin panjang dan bervariasi.
Sobat ACE, berikut cara yang dapat Sobat ACE terapkan untuk tetap gesit serta ready dimana pun konsumen kita berada!

Optimalkan Toko Web

Pastikan toko web Sobat ACE memiliki setting yang ramah untuk pengunjung. Pastikan juga calon pelanggan memiliki jalur yang jelas untuk membeli dan memproses pembayaran mereka. Sobat ACE dapat mencoba menggunakan platform e-commerce terpadu.

Generasi Milenial Tertarik dengan Merek

Peningkatan media sosial dan teknologi telah membantu menjembatani kesenjangan antara konsumen dan merek. Semakin banyak konsumen yang berhubungan dengan merek kita, semakin besar pula peluang mereka menjadi pelanggan kembali. Faktanya, 65% generasi milenial merasa bahwa mereka sama loyalnya pada sebuah merek, sama seperti orang tua mereka. Jika Sobat ACE memasarkan merek dengan benar, maka Sobat ACE memiliki kesempatan untuk menjadi bos.

Jaga Reputasi Online Tetap Utuh

Ulasan yang buruk akan membuat kita bermasalah dengan calon pelanggan. Umpan balik negatif dapat menurunkan metrik kinerja penjual kita dan terkadang membuat toko online kita ditangguhkan dari pasar. Jadi, permudah pelanggan untuk mengembalikan barang serta dorong mereka untuk menulis sebuah ulasan yang positif dengan pelayanan kita yang memuaskan.

Pertimbangkan Program Loyalitas

Milenial menyukai program loyalitas yang baik. Faktanya, 78% generasi milenial lebih cenderung memilih merek yang menawarkan program loyalitas atau penghargaan daripada merek yang tidak menawarkannya. Perilaku ini merupakan bukti lebih lanjut dari keinginan milenial untuk give and take secara terbuka dengan retailer. Mereka menginginkan hubungan, tetapi mereka juga menginginkan sesuatu sebagai balasannya. Mereka setia, dan mereka akan menjadi pendukung kita, tetapi loyalitas dan iklan gratis juga ada harganya.

Selalu Sesuaikan Kampanye Belanja

Iklan Cantuman Produk (PLA) dan iklan berbasis gambar yang diberdayakan oleh kampanye Belanja Google adalah cara alami untuk menjangkau konsumen yang mendengar tentang suatu merek dan ingin mempelajari lebih lanjut tentang merek tersebut. Sobat ACE dapat mengatur dan menyusun kampanye berdasarkan kata kunci seperti nama merek. Sobat ACE juga dapat mengaturnya berdasarkan penjualan, musim atau cara lain yang Sobat ACE inginkan. Milenial sangat memiliki preferensi pada visual, jadi dengan menampilkan iklan berbasis gambar di halaman hasil Google saat mereka mencari merek atau produk adalah kuncinya.

Poin Harga adalah Motivator Teratas

Meski terkesan seperti stereotip konyol, generasi Milenial tentu ditentukan oleh pengeluaran mereka. Harga pastinya menjadi perhatian setiap konsumen. Namun, karena generasi Milenial lebih muda dan dalam banyak kasus generasi Milenial sangat sadar biaya, maka menawarkan kode diskon dan kupon adalah cara yang baik untuk mengunci mereka dalam penjualan. Faktanya, 69% pembeli milenial mencari kode promosi online dan diskon untuk setiap pembelian yang mereka lakukan. Maka dari itu, Sobat ACE dapat memberikan kesan kepada konsumen bahwa seolah-olah mereka mendapatkan penawaran terbaik dari perusahaan atau toko kita secara khusus dengan memasukkan bonus yang mungkin tidak mereka dapatkan dari pesaing bisnis kita yang lain. Sertakan sampel gratis atau hadiah khusus jika memungkinkan. Tawarkan lebih banyak opsi pengiriman untuk menurunkan biaya.

Media Sosial Memengaruhi Pembelian Mereka

Tentunya, kaum Milenial cukup familiar dengan media sosial. Oleh karena itu, banyak merek online memahami kebutuhan untuk terhubung dengan pelanggan mereka melalui platform ini. Namun, kaum Milenial tidak hanya menggunakan situs media sosial untuk mengikuti merek yang mereka sukai. Menurut sebuah studi dari UPS, 49% pembeli Milenial setuju bahwa media sosial itu sendiri memengaruhi pembelian mereka. Selain itu, 32% telah membeli sesuatu secara langsung melalui situs media sosial.

Menjual di media sosial bisa jadi rumit karena halaman merek yang terlalu promosi dapat langsung mematikan konsumen. Namun ada beberapa cara cerdas untuk memasarkan produk kita secara khusus kepada kaum Milenial dengan cara yang membuat mereka berkonversi.

Pertama-tama, kita perlu memahami maksud mereka saat berinteraksi dengan situs sosial merek kita. Sekitar setengah dari pembeli hanya mencari inspirasi, terutama di situs yang sangat visual seperti Pinterest atau Instagram. Sekitar 40% akan mengklik ke situs web untuk membeli dan 26% menginginkan kemampuan untuk membeli langsung dari tautan media sosial.

Menurut studi dari IRI, generasi Milenial adalah generasi yang paling sensitif terhadap harga. Mereka akan sering berganti merek jika ada perbedaan yang signifikan.

Pastikan strategi media sosial Sobat ACE memenuhi semua skenario ini dengan campuran konten dan pengalaman. Banyak generasi Milenial mengikuti influencer dan cenderung membeli barang-barang yang direkomendasikan oleh akun tepercaya ini. Jadi, bermitra dengan mikro-influencer yang terhubung dengan segmen Milenial khusus adalah cara cerdas untuk meningkatkan pengenalan merek dan konversi.

Pastikan proses pembeliannya semudah mungkin dari postingan media sosial agar angka konversi kita tetap tinggi. Di situs-situs seperti Facebook, chatbot penjualan bisa sangat berguna. Sementara platform seperti Instagram dan Pinterest sekarang memungkinkan kita untuk menyematkan tautan langsung ke posting yang kita miliki sehingga pembelian hanya dengan sekali klik.

Mereka Ingin Merasakan Koneksi

Generasi Milenial memang tidak dikenal karena loyalitas mereknya. Seperti disebutkan sebelumnya, mereka lebih dari bersedia untuk beralih ke bisnis lain jika itu menawarkan mereka kesepakatan yang lebih baik. Namun, banyak konsumen yang lebih muda sangat peduli dengan persepsi yang diciptakan oleh suatu merek. Selain itu, generasi Milenial percaya bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membuat perubahan positif dengan pengaruhnya. Kelompok konsumen tertentu ini sebenarnya lebih cenderung membeli dari bisnis yang berdiri untuk sesuatu.

Menurut laporan dari Shelton Group, 64% pembeli setuju bahwa sikap merek terhadap berbagai masalah memengaruhi keputusan mereka untuk membeli dari mereka.

Generasi Milenial adalah salah satu kaum yang penting untuk menarik merek e-commerce, meskipun melakukannya bukanlah tugas yang mudah. Sama seperti setiap kelompok konsumen, kita harus memahami motivasi dan preferensi mereka jika akan menjual kepada mereka. Jangan berasumsi tentang apa yang diinginkan pelanggan Milenial kita. Alih-alih, Sobat ACE dapat melihat fakta dan temukan cara untuk membangun koneksi yang bermakna serta dan menyenangkan mereka dengan jenis pengalaman berbelanja yang mereka inginkan.

Tren, informasi produk tanpa batas, dan platform media sosial terbaru tersedia bagi siapa saja yang memiliki koneksi internet dan inisiatif untuk terlibat. Maka dari itu sebenarnya, Generasi yang lebih tua mengasimilasi perilaku generasi yang lebih muda.

Teknik e-commerce agar terhubung dengan konsumen milenial.

Nah itu dia Sobat ACE, beberapa gambaran tentang teknik e-commerce agar terhubung dengan konsumen milenial.
Generasi Milenial berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu segmen pelanggan terbesar dan terpenting untuk perdagangan online. Mereka tidak hanya lebih nyaman menggunakan teknologi untuk melakukan pembelian, tetapi mereka juga merupakan kelompok yang sangat beragam yang akan segera melebihi jumlah Baby Boomers.

Oh iya Sobat ACE, jika berkenan untuk membaca artikel tentang e-commerce lebih lanjut, jangan lupa subscribe ACE Commerce Community lalu mampir ke halaman lainnya. Apabila Sobat ACE tertarik untuk belajar seputar dunia bisnis, entrepreunership, ekspor-impor, copy writing, digital marketing, brand awareness, dan reseller, dan masih banyak lagi seputar bisnis, maka Sobat ACE dapat mengunjungi Online Course ACE Commerce Indonesia.

teknik e-commerce agar terhubung dengan konsumen milenial

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *