Strategi Marketing Produk Online & Offline Dengan Teori Manajemen Bisnis

Bisnis yang terbilang sukses, pasti mengalami banyak jatuh bangun untuk menjadi besar. Hal ini, tidak lepas dengan kualitas produk dan strategi pemasaran produk. Dalam pemasaran produk terbagi dalam 2 bagian, yaitu Online dan Offline. Bahkan, strategi marketing ini merupakan kunci utama sebuah bisnis. Maka dari itu perlu adanya strategi yang tepat dalam memasarkan produk Sobat ACE.

Teori Manajemen

Sobat ACE harus mengenal teori manajemen sebelum melakukan usaha karena itu adalah satu langkah awal yang positif. Ilmu manajemen yang merupakan bagian dari ilmu ekonomi seharusnya diterapkan pada berbagai sektor usaha, bahkan di setiap aspek kehidupan. Setiap kegiatan wajib dilandasi perencanaan, pengelolaan serta diikuti dengan pewujudan sasaran target. Proses pewujudan perencanaan harus efektif dan efisien dalam pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, waktu, tenaga, alokasi biaya hingga resiko.

Proses (Fungsi) manajemen (POAC):

  1. Planing>>> Perencanaan (direncanakan cara alokasinya).
  2. Organizing>>> Diorganisasikan atau dikelompok-kelompokan/dipisah-pisah sehingga tertata rapih.
  3. Actuating>>> Diarahkan. Ditunjukan tujuan/goal yang dipisah-pisah tadi.
  4. Controling>>> Diawasi dikontrol agar tidak keluar jalur.
  • Input: Semua sumber modal yang kita punya, bisa itu Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), Permodalan, Skill untuk jasa, bahan baku.
  • Output: yang efektif (tepat sasaran) dan efisien (tepat guna).

Fungsi Perusahaan

Seperti halnya manajemen, pengertian perusahaan pun bermacam-macam, tapi intinya perusahaan itu hanya ada 4+1 (empat sehat + lima sempurna), dikenal dengan istilah fungsi perusahaan.

  • Produksi: kegiatan memproduksi produk (dalam perusahaan dagang diganti dengan pembelian/purchasing).
  • Keuangan: mengenai permodalan dan keuangan
  • SDM: Mengenai manusia dan pekerja, karyawan, buruh dsb
  • Pemasaran: mengenai penyampaian produk ke masyarakat
  • Plus R&D (research dan development): perusahaan yang mapan pasti punya divisi R&D untuk mengebangkan produknya

Dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen dalam sebuah perusahaan berarti memproses input berupa (SDM, SDA (bahan baku)), SDMo(modal), Skill (keahlian), Mesin dan sebagainya, menggunakan proses manajemen POAC untuk fungsi perusahaan (produksi, keuangan, pemasaran, SDM dan R&D) sehingga menghasilkan output berupa barang atau jasa yang berkualitas (efektif) serta dengan pengeluaran seminim mungkin untuk menekan harga (efisien), produk sebagus mungkin tetapi dengan biaya serendah mungkin.

Penerapan Strategi Marketing Offline

Strategi pemasaran offline yang dilakukan untuk menarik target konsumen adalah dengan membuat spanduk di sekitar toko atau bisa juga dengan membagikan brosur. Sebagai contoh, untuk toko yang besar ia bisa menggunakan televisi ataupun radio, bahkan tak jarang yang masih memakai brosur. Namun, sekali lagi orang-orang yang mengunjungi toko tersebut hanya masyarakat yang berada di daerah sekitarnya. Tetapi, konsumen yang membeli ke toko offline umumnya karena toko tersebut sudah tepercaya. Mereka tidak mau mengambil risiko untuk membeli di toko yang belum terkenal atau tepercaya.

Penerapan Strategi Marketing Online

Berbeda dengan offline, untuk target konsumen pemasaran ini mereka yang membeli di toko online umumnya tidak terlalu peduli dengan brand. Strategi pemasaran online yang digunakan untuk mencapai target konsumen pemasaran online dengan menggunakan SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing) dan media sosial. Jadi, cakupan untuk memilih pelanggan lebih luas baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebagai contoh website berjenis e-commerce, toko online. Pada dasarnya memulai bisnis toko online tidak berbeda dengan menjalankan bisnis biasa secara konvensional. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa bisnis online ini memiliki kelebihan dan keistimewaan, diantaranya mampu menjangkau pembeli atau pelanggan dimanapun serta lebih hemat tenaga maupun biaya.

Analisis Web

Analisis untuk pengalaman web atau aplikasi seluler dapat membantu menentukan hal berikut:

  • Saluran pemasaran online mana yang paling hemat biaya dalam memperoleh pelanggan, berdasarkan tingkat konversi pengunjung ke pelanggan, dan biaya pengunjung tersebut.
  • Saluran mana yang efektif dalam memperoleh dan mendorong nilai umur yang lebih tinggi bagi pelanggan – seperti pemasaran email, yang mendorong pembelian berulang kepada pelanggan sebelumnya.
  • Kohort pelanggan mana yang menunjukkan perilaku keterlibatan yang kuat dan potensi tinggi untuk upsells – seperti perangkat lunak atau aplikasi seluler, yang berharap untuk menjual lebih banyak produk kepada pelanggan dengan keterlibatan tinggi.

Langkah pertama untuk memulai dengan pemasaran online adalah mengevaluasi sasaran Anda dan memastikannya terukur. Apakah Sobat ACE berharap untuk mendaftar 50 pelanggan baru? Hasilkan 500 prospek untuk meningkatkan proses penjualan B2B Sobat ACE? Bangun basis subscriber email 50.000 orang?

Setelah itu, Sobat ACE perlu membuat pilihan tentang bagaimana membangun kehadiran online yang membantu Sobat ACE mencapai tujuan itu. Jika kamu tertarik untuk memublikasikan konten untuk mendorong kesadaran dan pelanggan, lihat cara menyiapkan blog. Situs web atau laman landas sederhana dengan formulir pengambilan prospek dapat membantu kamu mulai mengembangkan merek dan menghasilkan lalu lintas. Platform analitik dasar (seperti Google Analytics, yang gratis) dapat membantu Sobat ACE mulai mengukur bagaimana kamu melacak menuju tujuan awal kamu.

Kesimpulan

Jika pemasaran offline membutuhkan media fisik yang nyata, maka pemasaran online hanya membutuhkan media di dunia maya seperti situs web. Jika dilihat dari kelebihannya, maka pemasaran offline cocok bagi Sobat ACE untuk melakukan branding produk dan perusahaan kamu. Namun hal ini tentunya membutuhkan dana pemasaran yang besar, karena banyaknya kanal pemasaran yang harus anda pilih agar brand produk kamu dikenal baik oleh masyarakat. Sebaliknya, pemasaran online tidak membutuhkan dana pemasaran yang besar karena kamu hanya perlu membuat sebuah situs yang berisi tentang perusahaan dan produk yang kamu tawarkan. Namun hal ini tentunya tidak menjamin branding perusahaan dan produk yang kamu lakukan melalui pemasaran online akan dikenal baik oleh masyarakat.

Demikian penjelasan singkat mengenai penerapan marketing melalui teori manajemen bisnis onlinde dan offline kali ini, jika kamu tertarik dan ingin belajar lebih jauh mengenai bisnis, kamu dapat bergabung menjadi anggota Komunitas ACE Commerce dengan cara mendaftarkan diri kamu terlebih dahulu di website resmi ACE Commerce https://acecommerce.org/. Ada banyak pembelajaran baru mengenai beragam bisnis yang dapat kamu pelajari, loh! Dan jangan lupa pantau terus Instagram ACE @acecommerceid dan @acecommerceorg untuk berbagai tips trick dan giveaway menarik yang disajikan Komunitas ACE. So, jangan lupa join ya Sobat ACE!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.

Our ACE team is here to answer your questions. Ask us anything!