Menggali Asal-Usul Knalpot Unknown Product

Pada Entrepreneur Talk kali ini, team ACE Commerce diberi kesempatan untuk mewawancarai salah satu owner dari brand lokal Indonesia, Unknown Product. Orang tersebut adalah Pak Diko, lulusan dari Teknik Industri Universitas Bina Nusantara atau yang dikenal sebagai Binus. Unknown Product sendiri adalah brand exhaust atau knalpot motor untuk motor bermesin 150 – 1000 cc.

Unknown Product sendiri dimulai dari hobi pribadi Pak Diko untuk motor. Dimulai dari hobi balap dengan teman teman dilingkungan sekitar Pak Diko, akhirnya tercetuslah ide bukan hanya untuk balap, tapi juga untuk menjadi bagian penting untuk motor balap. Menariknya, ide tersebut direalisasikan sewaktu sibuk-sibuknya Pak Diko kuliah, semester 3 lebih tepatnya. Dimulai dari saat itu, Unknown Product terus berkembang dan sudah menjalani tahun kelimanya memproduksi knalpot lokal untuk penikmat motor di Indonesia.

Selama berjalannya sampai lima tahun, Pak Diko menyampaikan bahwa salah satu kesulitan yang dialami adalah pemalsu-pemalsu dari Unknown Product. Pernah didapat pemalsu yang memproduksi barang serupa,  dengan material yang sedikit berbeda dan menjual murah produk tersebut. Kasus tersebut tentu merugikan brand Unknown Product yang sudah dibangun sejak lama. Maka dari hal itu, Pak Diko dan team Unknown Product mengatasi masalah tersebut dengan menciptakan hak paten untuk Unknown Product. Dengan adanya hak paten tersebut, pembeli menjadi merasa lebih aman ketika memutuskan untuk membeli produk dari Unknown Product. 

Ketika berbicara tentang pemasaran, Unknown Product memiliki pengalaman yang baik dengan marketing menggunakan influencer. Sejauh ini, Unknown Product sudah dipromosikan oleh Den Dimas dan Jodie Motovlog. Jika digabungkan, subscriber dari Den Dimas dan Jodie Motovlog sendiri berjumlah 850.000 subscriber. Menurut Pak Diko, dengan dilakukannya promosi oleh rekannya tersebut sangat membantu Unknown Product dalam mem-branding Unknown Product. Unknown Product semakin dikenal oleh pecinta motor Indonesia dan tentu meningkatkan penjualan.

Den Dimas Ketika Mempromosikan Unknown Product

Kebanyakan kegiatan penjualan Unknown Product dilakukan lewat sosial media instagram. Pak Diko menjelaskan bahwa dari Instagram dapat dilihat banyak data dan analitik dari setiap post-nya. Menurut Pak Diko juga, untuk melakukan kegiatan pemasaran dari Instagram jauh lebih mudah untuk menyediakan video, dan mendapat rekomendasi dari influencer-influencer seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Proses konsultasi produk sebelum pembelian pun dilakukan via Instagram Direct Message.

Ketika ditanya tentang apa yang membedakan Unknown Product dengan kompetitornya, Pak Diko menjelaskan bahwa kualitas dari produk yang dihasilkanlah yang membedakan Unknown Product dengan produk lain. Unknown Product menggunakan material yang terpilih dan juga yang terbaik. Unknown Product berusaha menyediakan tidak hanya kualitas produk tapi juga desain produk yang dapat memanjakan mata.

Menyinggung tentang kualitas, Pak Diko tidak sejalan dengan prinsip “Modal sekecil-kecilnya menghasilkan omset sebesar-besarnya.” Pak Diko menganggap bahwa sangat krusial untuk sebuah usaha bersikap jujur dan terbuka dengan pelanggannya. Pak Diko percaya dengan adanya kualitas, maka harga pun akan mengikuti dengan sendirinya.

Di akhir percakapan saya dan Pak Diko, saya bertanya “Apa tips terbaik yang bisa Bapak berikan kepada calon pebisnis diluar sana?”, dan Pak Diko menjelaskan bahwa ada beberapa hal penting yang harus dimiliki yang mencakup mindset positif, optimisme, dan perencanaan hingga tahun-tahun kedepan. Dari hasil diskusi tersebut, dapat kita ketahui bahwa mindset dan perencanaaan kedepan dapat memiliki dampat yang besar akan keberhasilan usaha kita didepannya. Semoga dapat menginspirasi sobat-sobat ACE ya untuk berani melangkah membuka bisnis masing-masing!

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.

Our ACE team is here to answer your questions. Ask us anything!