Apa itu E-Commerce? Mari Mengenalnya!

Apa itu E-Commerce? Mengenal E-Commerce Indonesia dan Global

 

Mengenal E-Commerce

Tahukah kamu bahwa e-commerce sebenarnya sudah mulai berkembang sejak tahun 1995? Pada saat itu, marketplace Amazon dan eBay yang didirikan di Amerika Serikat mulai populer dan terus mengepakkan sayapnya. Disusul dengan Alibaba di China pada tahun 1999 yang didirikan oleh Jack Ma, di mana sekarang Alibaba telah menjadi marketplace raksasa dunia. Bagi kalian yang tumbuh di era serba modern ini, pasti tidak asing lagi dengan istilah e-commerce (electronic commerce). Bisnis e-commerce yang semakin populer ini sudah terkenal baik di negara maju maupun negara berkembang. Dewasa ini, e-commerce secara cepat mengubah cara perusahaan berinteraksi satu sama lain dengan konsumen maupun pemerintah. Pada sistem e-commerce, barang yang dikirimkan melalui jaringan digital disebut dengan barang digital. Sebagai hasil dari perubahan landscape ICTs, e-commerce kini berkembang pesat di beberapa pasar negara berkembang.

Pertumbuhan penggunaan internet, tablet devices, dan smartphone ditambah dengan kepercayaan konsumen yang besar membuat e-commerce makin berkembang. Dengan hadirnya media sosial yang tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir ini membuat percakapan bisnis digital lebih menarik. Sehingga memudahkan kita untuk melakukan proses pertukaran transaksional secara online. Para retailers di internet berupaya untuk terus membuat konten yang lebih baik dan luas jangkauannya dengan augmented reality.
Dengan semakin masifnya perdagangan seluler, semakin banyak pula pengguna yang membeli barang dari telapak tangan para retailers atau pengecer. (Miva, 2011). E-commerce dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi bisnis di negara berkembang dengan cara meningkatkan kendali mereka atas tempatnya dalam rantai pasokan, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi pasarnya.

Apa itu e-Commerce?

Perdagangan elektronik atau e-commerce adalah pembelian dan penjualan produk barang jasa melalui teknologi internet atau jaringan komputer. Selain jual beli, banyak orang menggunakan internet dan e-commerce sebagai sumber informasi untuk melihat produk terbaru lalu membandingkan harga barang tersebut dengan produk di pasar konvensional. Istilah e-business juga terkadang digunakan sebagai istilah lain dari e-commerce ini karena pada dasarnya, proses transaksi yang berlaku sama-sama menggunakan internet.

Mengapa E-Commerce?

Dengan semakin pesatnya penyebaran teknologi informasi dan komunikasi khususnya di internet, komunitas bisnis global dengan cepat bergerak menuju e-commerce Business to Business (B2B). Pembeli atau konsumen akan mendapatkan keuntungan yang jelas ketika internet memberi mereka akses ke pasar global. Konsumen juga secara mudah dapat membandingkan harga di seluruh wilayah, mencari tahu apakah harga tersebut bervariasi sesuai dengan fragmentasi pesanan, dan konsumen juga dapat dengan mudah mendapatkan produk pengganti yang mereka inginkan. Karena hadirnya transparasi pasar pada bisnis e-commerce ini, pelanggan mampu membandingkan layanan berbagai situs e-commerce dengan mudah. Dalam kasus perdagangan di e-commerce, secara instan pesaing hanya berjarak satu klik dari pelanggan. Jika klien tidak cukup senang dengan produk yang ditawarkan oleh suatu situs e-commerce, mereka akan dengan mudah berganti layanan. Sesuatu yang fleksibel tentu lebih disukai oleh konsumen di era ini. Dari sudut pandang penjual, mereka tidak perlu memiliki keberadaan toko yang berbentuk fisik. Hal ini memudahkan penjual untuk mempersempit modal yang mereka miliki.

Bisnis E-Commerce yang sedang Marak di Indonesia
  • Tokopedia
  • Bukalapak
  • Blanja.com
  • Blibli
  • Kaskus
  • OLX
  • Tiket.com
Tantangan di E-Commerce

Kita tahu pasti bahwa setiap transaksi bisnis memiliki tantangannya masing-masing. Nah, pada bisnis di e-commerce, seller maupun buyer akan dihadapkan oleh tantangan sebagai berikut:

  • Belum adanya keterlibatan bersama antara perusahaan swasta dengan perusahaan publik dalam pengembangan e-commerce.
    Padahal, inisiatif bersama antara pihak swasta dengan publik sangat diperlukan untuk membawa kredibilitas dan guna mengembangkan bisnis e-commerce ini lebih meluas lagi.
  • Pada proses transaksi di e-commerce, cenderung terdapat kekurangan pada sistem keamanan siber yang memadai, kurangnya keandalan, dan protokol komunikasi. Jika sewaktu-waktu situs web e-commerce diretas, maka pelanggan akan kehilangan uangnya.
  • Permasalahan pada lembaga keuangan dan perantara.
    Selama ini, lembaga keuangan dan bank di negara berkembang masih ragu untuk berperan aktif mempromosikan e-commerce. Padahal, pedagang memerlukan keterlibatan bank dalam memperluas jangkauan dan daya tarik e-commerce serta membantu mencegah penipuan dan potensi kerugian yang diakibatkan oleh penipuan kartu kredit.


    Manfaat Utama E-Commerce dari Sudut Pandang Seller
  • Mengurangi biaya transaksi untuk partisipasi pertukaran pasar.
    Kenyamanan bagi pelanggan meningkat karena transaksi dapat dilakukan 24 jam sehari, tanpa membutuhkan interaksi fisik dengan organisasi bisnis.
  • Hemat waktu karena pelanggan dapat membeli produk yang diinginkannya kapan saja melalui bantuan internet.
  • Akses informasi yang cepat dan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan pelanggan akan lebih mudah mengakses pemeriksaan lewat informasi di berbagai situs web dengan hanya mengklik tombol yang tersedia.
  • Aspek kenyamanan. Semua pembelian dan penjualan dapat dilakukan secara nyaman dengan hanya duduk di rumah, tempat kerja atau dari tempat yang diinginkan pelanggan.
  • Pelanggan dapat dengan mudah beralih ke perusahaan lain apabila dirasa pelayanan di perusahaan sebelumnya tidak memuaskan.
  • Pelanggan dapat membeli produk yang tidak tersedia di pasar lokal atau nasional. Dengan menggunakan e-commerce, pelanggan memiliki akses lebih luas untuk memberi produk di pasar internasional.
  • Pelanggan dapat memberikan komentar ulasan terkait dengan suatu produk yang baru dibelinya, juga dapat melihat komentar ulasan pelanggan lain sebelum melakukan proses pembelian akhir.

    Manfaat Utama E-Commerce dari Sudut Pandang Buyer
  • Meningkatkan pendapatan.
  • Mengurangi biaya operasi dan perawatan.
  • Mengurangi biaya pembelian dan pengadaan.
  • Mengurangi biaya transportasi.
  • Mengembangkan hubungan antara pelanggan dengan pemasok.
  • Meningkatkan kecepatan dalam proses penjualan.
  • Meningkatkan komunikasi internal dan eksternal.
  • Mengembangkan citra dan merek perusahaan.

    Nah, itu dulu seputar perkenalan e-commerce kali ini. Sebelum memulai bisnis e-commerce, ada baiknya untuk kita mempelajari tentang dasar, tantangan, manfaat, dan keuntungan dalam membangun bisnis disana. Namun tetap saja, mampu berpikir secara kreatif terkait pengembangan inovasi dan ide-ide bisnis baru di era perkembangan teknologi adalah kuncinya.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.

Our ACE team is here to answer your questions. Ask us anything!