Komoditas Ekspor Indonesia Sebagai Peluang Usaha

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ekspor Indonesia sebesar USD15,28 miliar pada November 2020. Ekspor ini mengalami kenaikan sebesar 6,36% dibandingkan Oktober 2020. Surplus pada November ini ditopang oleh beberapa sektor komoditas utama. Seperti ekspor hasil pertanian, hasil hutan bukan kayu, pengolahan, perkebunan, hingga tambang. Apabila di artikel sebelumnya kita mengetahui komoditas impor apa sajakah yang diimpor oleh Indonesia. Saat ini kita akan membahas mengenai komoditas ekspor dari Indonesia yang dicari oleh negara lain. Yuk, simak baik-baik!

Komoditas

Komoditas merupakan suatu benda yang memiliki fisik nyata dan relatif mudah diperdagangkan, dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu, serta juga dapat dipertukarkan dengan produk lain yang sejenis. Menurut KBBI, komoditas berarti sebagai produk dagangan utama atau benda niaga. Biasanya berupa produk mentah yang bisa digolongkan berdasarkan mutu, sesuai standar perdagangan internasional. Seperti, kopi, beras, gandum, karet, jagung, dan lain sebagainya.

Komoditas Ekspor Produk Indonesia

1. Udang

Salah satu komoditas ekspor terbesar Indonesia adalah udang dan crustasea yang diekspor ke berbagai negara. Pada 2019, ekspor udang Indonesia mencapai 207.000 ton dimana lebih dari 80 persen hasil budidaya di tambak. Umumnya, udang diekspor dalam bentuk beku atau frozen peeled dan shell-on dengan rendemen rata-rata 65 persen. Konsumsi domestik tidak lebih dari 0,2‚ÄĒ0,5 kg per kapita, sehingga produksi diperkirakan tidak lebih dari 450.000 ton. Menariknya, di masa pandemi Covid-19 tren permintaan produk olahan meningkat.

Negara tujuan ekspor udang antara lain: Jepang, Hong Kong, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Amerika Serikat, dan lain-lain.

2. Kopi

Indonesia masih merupakan salah satu negara pengekspor kopi terbanyak setelah Brazil dan Vietnam. Kopi juga merupakan salah satu komoditi dunia yang dianggap memiliki kedudukan yang vital. Indonesia boleh berbangga dengan hal ini karena mempunyai banyak sekali jenis kopi dan juga rasa yang berkualitas. Indonesia memiliki banyak jenis kopi yang telah diekspor ke banyak negara seperti kopi toraja, kintamani, gayo, dan lain sebagainya. Negara yang mengekspor kopi seperti: Brazil, Spanyol, Italia, Turki, Argentina, Amerika Serikat, Inggris, India, Tiongkok, Thailand.

3. Lemak dan Minyak Nabati

Lemak dan minyak merupakan penyumbang surplus terbesar karena adanya kenaikan permintaan untuk minyak dan lemak hewan nabati. Hampir seperempat dari total ekspor RI adalah minyak dan lemak hewani atau nabati yang didominasi oleh CPO (Crude Palm Oil). Minyak diekspor ke India, Tiongkok, Malaysia, Pakistan, Singapura, Amerika Serikat, dan masih banyak lagi.

4. Kakao

Sepanjang Januari-Juni 2020, ekspor produk kakao olahan mencapai 549 juta dolar AS atau sekitar Rp 8 triliun. Angka ini naik 5,13 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Saat ini industri pengolahan kakao telah mampu memproduksi beragam varian, seperti cocoa liquor, cocoa cake, cocoa butter dan cocoa powder. Produk kakao olahan yang utama diekspor adalah produk cocoa butter yang tersebar ke negara tujuan utama ekspor seperti Amerika Serikat, Belanda, India, Estonia, Jerman dan China.

5. Karet dan Produk Karet

Karet alam di Indonesia produksinya setiap tahun mencapai 3,2 juta ton yang mana angka tersebut menghantarkan Indonesia menjadi eksportir karet yang paling besar kedua di kancah global setelah negara Gajah Putih. Negara tujuan ekspor meliputi Jepang, Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat.

6. TPT (Tekstil dan Produk Tekstil)

Nilai ekspor produk TPT Indonesia pada Januari-April 2020 mencapai US$ 3,64 miliar atau menurun 16,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 4,36 miliar. Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia pada 2019 adalah Amerika Serikat dengan pangsa pasar 36,21%, Jepang sebesar 10,34%, Tiongkok pangsa pasar 6,03%, Korea Selatan sebesar 4,79%, dan Jerman miliki pangsa pasar4,10%. Kelima pasar ini merupakan pasar utama produk TPT dengan jumlah pangsa pasar keseluruhan sebesar 61,47%.

7. Besi dan Baja

Di tengah pandemi COVID-19, yang mengakibatkan penurunan permintaan baja secara global, Indonesia justru mampu meningkatkan eskpor produk bajanya melalui dukungan yang diberikan Pemerintah secara terus menerus kepada industri baja nasional. Pada kuartal I 2020  volume ekspor mengalami kenaikan cukup signifikan, yaitu sebanyak 498 ribu ton atau naik 27% jika dibandingkan periode yang sama  tahun 2019.

Pada periode bulan Januari-April 2019, volume ekspor besi baja sebesar 1,8 juta ton sedangkan pada periode yang sama tahun 2020 adalah 2,3 juta ton. Kenaikan volume ekspor baja tersebut setara dengan 865 juta USD, yaitu kenaikan nilai ekspor pada periode Januari-April 2019 senilai 2.349 juta USD menjadi sebesar 3.213 juta USD pada periode yang sama tahun 2020.

8. Elektronika

Industri ini ternyata juga banyak diekspor ke negara lain seperti negara Singapura. Produk yang biasanya dikirim biasanya berupa semi konduktor dan komponen elektronik seperti alumunium electrolytic dan juga tantalum. Ada juga berupa perlengkapan komputer seperti optical character readers serta document/image scanners.

9. Komponen Kendaraan Bermotor

Berdasarkan data Gaikindo, ekspor mobil secara utuh atau CBU periode Januari-Maret 2020 naik hingga 9,4% dibanding periode yang sama tahun 2019. Pada Januari-Maret 2020 industri otomotif dalam negeri mampu mengekspor mobil sebanyak 77.315 unit. Angka itu naik dari 70.647 unit pada kuartal pertama 2019.

Ekspor produk kendaraan bermotor Indonesia telah menembus pasar 80 negara di dunia. Pada periode Januari-September 2020, ekspor kendaran CBU sebanyak 155 ribu unit atau senilai Rp 28 triliun. Ekspor kendaraan CKD sebanyak 34,7 ribu set atau senilai Rp 1 triliun. Sedangkan komponen sebanyak 40 juta pcs atau Rp senilai 15,2 triliun.

10. Furnitur

Ekspor produk furnitur Indonesia meningkat di tengah pandemi virus corona. Data Global Trade Atlas 2020 menunjukkan ekspor furnitur Indonesia ke AS berhasil mencapai US$582,11 juta pada periode Januari-Mei 2020 kemarin. Ekspor tersebut melonjak 51,3 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya US$384,82 juta. Negara tujuan ekspor furnitur Indonesia seperti: Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Belanda, Belgia, Spanyol, Italia, Kanada, Denmark, Swedia, Jepang, Australia, dan masih banyak lagi.

Komoditas Ekspor Jasa Indonesia

Komoditas ekspor bukan hanya produk saja, tetapi juga ekspor jasa. Jasa adalah kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan yang menyebabkan suatu barang, atau kemudahan dan atau fasilitas untuk dipakai. Dengan demikian Ekspor jasa menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/ 2019 merupakan jasa kena pajak yang setiap kegiatan penyerahan jasa kena pajak yang dihasilkan di daerah Pabean, untuk dimanfaatkan sebagai penerima Ekspor jasa kena pajak yang berada di luar daerah pabean.

Tetapi, pemerintah mulai memperluas pengenaan PPN dengan tariff 0% hal tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/ 2019 yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing Ekspor jasa.

Berikut Ekspor jasa yang di kenakan tariff 0% atau tidak dikenakan pajak dari PPN, yaitu:

  1. Jasa maklon
  2. Jasa perbaikan serta perawatan
  3. Jasa pengurusan transportasi terkait tujuan Ekspor
  4. Jasa konsultasi konstruksi
  5.  Jasa teknologi dan informasi
  6. Jasa penelitian dan pengembangan
  7. Jasa persewaan alat angkut berupa pesawat untuk kegiatan penerbangan internasional atau kapal laut untuk kegiatan pelayaran nasional
  8. Jasa konsultansi
  9. Jasa perdagangan yang berupa jasa mencarikan penjual barang di dalem daerah pabean yang bertujuan Ekspor
  10. Jasa interkoneksi

Ekspor jasa yang menerima fasilitas tariff PPN 0% atau pembebasan pajak harus memenuhi dua persyaratan formal, yaitu berdasarkan atau perjanjian tertulis dan terdapat pembayaran dan disertakan bukti pembayaran.

 

Semoga edukasi mengenai komoditas ekspor di atas dapat bermanfaat untuk bisnis Sobat ACE ya! Jika Sobat ACE ada pertanyaan mengenai bisnis, Sobat ACE dapat meninggalkan komentar di bawah ini. Untuk belajar lebih lanjut, Sobat ACE bisa mendaftarkan diri di website ACE Commerce dan follow Instagram ACE Commerce Community dimana Sobat ACE bisa mendapatkan berbagai pengetahuan baru mengenai bisnis.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *