Kisah Inspiratif Entrepreneur: Peter Shearer

Peter Shearer adalah seorang entrepreneur yang merupakan CEO dan Founder dari Wahyoo, startup digital yang membantu kesejahteraan warung makan tradisional. Sebelum mendirikan Wahyoo, Peter merupakan Managing Director dari AR&Co, salah satu perusahaan terbesar di Asia yang memanfaatkan Augmented Reality dan teknologi inovatif. Saat bekerja di perusahaan ini juga Peter masuk ke dalam daftar 40 orang sukses dibawah 40 tahun versi majalah Fortune. Berasal dari pengalamannya di bidang teknologi dan melihat peluang pasar yang cukup besar, Peter membuat aplikasi dengan fokus membantu warung makan khususnya warteg (warung tegal) di Indonesia.

Melalui Wahyoo, pemilik warung akan mendapatkan pelatihan mengenai mengelola keuangan, memilih menu, produk makanan sehat, dan juga demo masak. Pemilik warung  juga dapat mengumpulkan point rewards dari aplikasi yang dapat ditukarkan dengan hadiah naik haji atau umroh. Wahyoo juga bekerja sama dengan berbagai brand di Indonesia seperti: Redoxon, Teh Pucuk, Betadine, Le Minerale, Tora Bika dan Happy Tos, di mana pemilik warung akan mendapatkan rewards ketika menjual produk dari brand tersebut. Selain itu, Wahyoo juga bekerja sama dengan 8Village untuk memasok bahan sayuran dan produk segar lainnya kepada pemilik warung. Pemilik warung yang belanja kebutuhan warungnya melalui Wahyoo juga dapat mendapatkan layanan gratis ongkir.

Karakteristik Entrepreneur

Menurut investopedia, entrepreneur merupakan seseorang yang membuat suatu usaha dan menanggung sebagian besar resiko dan keuntungan dari usaha tersebut. Sedangkan menurut business news daily, entrepreneur merupakan seseorang yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pasar di mana belum ada bisnis atau perusahaan lain yang memiliki solusi atas kebutuhan tersebut.

Berikut karakteristik seorang entrepreneur yang dapat kita contoh dari Peter Shearer:

  1. Memiliki passion.

Beliau memiliki passion di bidang teknologi dan sosial sehingga beliau dapat fokus kepada apa yang dikerjakan. Tanpa passion, Anda tidak akan bisa berkomitmen secara penuh terhadap suatu pekerjaan karena passion itulah yang akan menjadi pendorong kita untuk terus melakukan pekerjaan itu.

Passion menurut Vallerand dan Houlfont adalah kecenderungan kuat terhadap suatu kegiatan yang disukai oleh individu, di mana mereka akan rela mengorbankan waktu dan energinya untuk melakukan hal tersebut. Sebelum Anda membuat suatu usaha, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui di bidang apa passion Anda berada. Dengan ini, Anda akan lebih mudah dalam mengembangkan usaha Anda. Jika Anda belum mengetahui apa passion Anda, jangan khawatir. Anda dapat mengeksplorasi diri Anda untuk melakukan hal-hal yang baru. Dari situ, Anda dapat mengembangkan dan menciptakan sesuatu berdasarkan passion Anda.

  1. Memiliki visi.

Seperti yang disampaikan Peter dalam wawancaranya bersama Merry Riana, beliau memiliki visi untuk masuk ke dalam majalah sekelas Forbes, Fortune, dan TIME. Karena visi inilah beliau berusaha dan terus berusaha walaupun sempat mengalami kegagalan. Visinya pun tercapai ketika beliau masuk ke dalam daftar 40 orang sukses di bawah 40 tahun versi majalah Fortune.

Visi merupakan tujuan, cita-cita, dan masa depan yang ingin dicapai. Memiliki visi sangat penting dalam kehidupan karena Anda mengetahui tujuan hidup Anda. Jika Anda sudah memiliki visi, maka Anda akan melakukan semua hal dengan sepenuh hati dan terus bangkit jika mengalami kegagalan. Hal ini juga sama dalam berbisnis, jika Anda memiliki visi untuk bisnis Anda, maka Anda dapat mengambil keputusan yang benar untuk mengembangkan bisnis Anda. Selain itu, Anda juga dapat terus berusaha sampai bisnis Anda mencapai kesuksesan yang besar.

  1. Berani mengambil resiko

Peter Shearer sudah memiliki nama di bidang Augmented Reality (AR) selama beberapa tahun. Namun beliau mau mengambil resiko untuk memulai ulang dan mendirikan Wahyoo dari 0 lagi. Beliau juga mengatakan dalam wawancara, ketika mendirikan Wahyoo, beliau sempat ragu-ragu karena keluarga beliau baru saja mulai settle-down, sedangkan mendirikan startup juga bukan merupakan hal yang mudah. Akhirnya di tahun 2017 Peter mengambil resiko untuk mendirikan Wahyoo. Menurut beliau, lebih baik menyesal karena sudah mencoba daripada menyesal karena tidak mencoba.

Banyak orang yang ingin memulai bisnis tapi takut mencoba karena takut gagal. Untuk memulai bisnis sendiri diperlukan keberanian untuk mengambil resiko karena Anda harus berinvestasi kepada bisnis Anda. Anda harus tetap maju dan berusaha bahkan ketika mengalami beberapa kemunduran atau kegagalan ketika memulai bisnis. Karena kebanyakan orang tidak mau mengambil risiko, para pengambil risiko secara alami akan menonjol di antara kerumunan. Seperti yang diketahui, entrepreneur dan bisnis yang menonjol akan memiliki peluang sukses yang lebih besar. Ketika Anda mengambil resiko dan pada akhirnya gagal, Anda akan berakhir “failing in style”. Anda juga dapat mengungkapkan peluang bagi diri Anda sendiri ketika Anda mampu menonjol diantara orang lain.

  1. Dapat beradaptasi dengan baik

Berdasarkan cerita Peter, beliau bekerja di beberapa restoran dan restoran cepat saji di masa lalu. Pengalaman ini membuatnya mampu beradaptasi dengan situasi yang berbeda dan membantunya untuk lebih memahami tentang manajemen rantai makanan, standar operasi, dll. Jika beliau tidak memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap situasi, akan sulit baginya untuk mengembangkan Wahyoo.

Kemampuan untuk beradaptasi sangat dibutuhkan di dalam bisnis karena kondisi dan keinginan pasar itu merupakan sesuatu yang dinamis dan terus berubah. Untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses, Anda harus mampu untuk menyesuaikan diri di pasar yang terus berubah.

Inovasi dalam Entrepreneurship

Selain memiliki karakteristik entrepreneur seperti yang disebutkan di atas, seorang entrepreneur juga harus mampu untuk berinovasi. Inovasi yang dilakukan oleh Wahyoo sendiri termasuk dalam Disruptive Innovation karena mereka sudah memiliki pasar tetapi mereka memperkenalkan teknologi baru ke pasar. Aplikasi ini cukup disruptif karena aplikasi mobile untuk warteg belum dibuat dan mereka dapat membantu pemilik warteg untuk mendigitalisasikan usahanya. Tak hanya itu, Wahyoo juga mampu berkolaborasi dengan beberapa merek FMCG untuk membantu mereka menebas tengkulak dan menciptakan nilai tambah bagi pemilik warteg.

Inovasi bukan hanya dalam bidang teknologi, tetapi inovasi juga harus mampu memberi nilai bagi pihak lainnya. Dalam kasus Wahyoo, inovasi ini juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemilik warteg.

Nah, setelah belajar dari Peter Shearer dan Wahyoo, mari kita berani untuk mengambil peluang yang ada dan mulai berinovasi!

Semoga edukasi di atas dapat bermanfaat untuk bisnis Sobat ACE ya! Jika Sobat ACE ada pertanyaan mengenai bisnis, Sobat ACE dapat meninggalkan komentar di bawah ini. Untuk belajar lebih lanjut, Sobat ACE bisa mendaftarkan diri di website ACE Commerce dan juga bisa join online course di website dimana Sobat ACE bisa mendapatkan berbagai pengetahuan baru mengenai bisnis.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.

Our ACE team is here to answer your questions. Ask us anything!