3 Program Digitalisasi UMKM Indonesia bagi pemilik UMKM

UMKM Indonesia

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia mengalami dampak negatif yang cukup besar karena adanya pandemi Covid-19. Berdasarkan data, ada 82,9% pelaku usaha yang terkena dampak negatif pandemi. Bahkan 63,9% mengalami penurunan omzet lebih dari 30%. Padahal, UMKM merupakan pendorong ekonomi utama bagi Indonesia. UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Selama masa pandemi, terjadi kenaikan sebesar 26% terhadap penjualan melalui e-commerce dan mencapai 3,1 juta transaksi per harinya. Tetapi menurut data pemerintah, hanya 13% dari total populasi UMKM atau sebesar 8 juta UMKM yang terhubung pada platform digital. Oleh karena itu, pemerintah menggalakkan program digitalisasi UMKM bagi pemilik UMKM di Indonesia.

Program Digitalisasi UMKM

Berikut beberapa program yang bisa Anda ikuti untuk memajukan UMKM Anda dan mendukung digitalisasi UMKM:

  1. Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM)

Kolaborasi Kementerian BUMN bersama 9 BUMN untuk menghadirkan platform digital untuk memfasilitasi ekonomi lokal di Indonesia. Program ini dikenal dengan PaDi UMKM atau Pasar Digital UMKM yang diresmikan bertepatan dengan HUT RI yang ke-75. Keuntungan bagi UMKM jika mengikuti program PaDi UMKM antara lain mendapat akses pasar yang lebih luas hingga BUMN, e-commerce skala lokal dan global, pembiayaan/permodalan, dan insight bagi UMKM untuk peningkatan kualitas produk.

  1. Edukukm

Program yang ditawarkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam bentuk pelatihan bagi pelaku UMKM untuk memasuki era digital. Program yang ditawarkan antara lain e-learning atau pelatihan daring secara gratis yang dapat diakses di Edukukm. Selain itu terdapat program Kakak Asuh UMKM sebagai program mentoring bagi UMKM lainnya.

  1. SMECO

Tedapat seri webinar SPARC Campus untuk menjadi digital marketers untuk membantu penjualan UMKM di e-commerce yang dapat diakses di SMECO.

Mengapa UMKM perlu melakukan digitalisasi?

  1. UMKM merupakan pendorong ekonomi utama bagi Indonesia. Namun efektivitasnya menurun sejak adanya pandemi Covid-19. Dengan adanya berbagai peraturan baru seperti social distancing, banyak UMKM yang kurang mampu bersaing karena kualitas sumber daya yang tidak memadai. Dengan beradaptasi melalui transformasi digital, UMKM bisa bersaing dengan perusahaan lain dan mampu menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi Indonesia.
  2. Di era digital seperti saat ini, UMKM dapat menarik banyak pelanggan baru melalui media sosial. Saat ini merupakan saat yang paling tepat bagi UMKM untuk mulai mendigitalisasi usahanya, karena dengan semakin banyaknya transaksi online yang dilakukan oleh masyarakat, semakin besar juga peluang bagi UMKM untuk bersaing di e-commerce Indonesia.
  3. Dengan digitalisasi, UMKM bukan hanya bisa bersaing dengan produk lokal lainnya, tetapi juga bisa bersaing dengan produk luar. Dunia digital itu sangat luas dan tidak terbatas oleh waktu dan jarak. Apabila digitalisasi ini dilakukan dengan baik dan produktif, maka sangat mungkin bagi UMKM untuk menarik pelanggan internasional untuk mengambil barang dan jasa dari UMKM tersebut.

Demi mendorong pemulihan ekonomi Indonesia, tentu saja perlu kerja sama yang baik dari berbagai pihak. Maka dari itu, pelaku UMKM diharapkan ikut serta dan ikut belajar untuk meng-digitalisasi usaha masing-masing demi kemajuan bangsa.

Semoga edukasi di atas dapat bermanfaat untuk bisnis Sobat ACE ya! Jika Sobat ACE ada pertanyaan mengenai bisnis, Sobat ACE dapat meninggalkan komentar di bawah ini. Untuk belajar lebih lanjut, Sobat ACE bisa mendaftarkan diri di website ACE Commerce dan juga bisa join dengan online course di website dimana Sobat ACE bisa mendapatkan ada berbagai pengetahuan baru mengenai bisnis.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published.

Our ACE team is here to answer your questions. Ask us anything!